Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Rp14.363 USD saat Rusia Janji Kurangi Invasi ke Ukraina : Okezone Economy



JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini, Kamis (31/3/2022) kembali ditutup melemah 19 poin di level Rp14.363 setelah sebelumnya juga mengalami penurunan di level Rp14.343.

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.350 – Rp14.380.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi berucap, dolar menguat terhadap mata uang lainnya, karena adanya harapan bahwa perang di Ukraina dapat memasuki fase penurunan eskalasi baru, walaupun skeptisisme dari Ukraina sebagai taktik untuk mempersiapkan serangan baru.

“Ada sedikit terobosan dalam pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimulai awal pekan ini Negosiator Ukraina dan Rusia bertemu di Turki untuk diskusi tatap muka pertama dalam hampir tiga minggu,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (31/3/2022).

 BACA JUGA:Rupiah Hari Ini Berotot, Tekuk Dolar AS ke Rp14.347/USD

Negosiator top Rusia berucap pembicaraan itu “konstruktif.”

Rusia berjanji untuk mengurangi operasi militernya di sekitar Kyiv dan Ukraina utara.

Ukraina mengusulkan adopsi status netral tetapi dengan jaminan internasional bahwa itu akan dilindungi dari serangan.

Namun, janji itu disambut dengan skeptisisme dari Ukraina dan sekutu Barat, yang melihatnya sebagai taktik untuk memotong kerugian dan mempersiapkan serangan lainnya.


Pasukan Ukraina sedang mempersiapkan serangan baru Rusia di timur negara itu saat Moskow membangun pasukannya di sana setelah mengalami kemunduran di dekat ibu kota Kyiv, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Kamis.

Imbal hasil Treasury AS turun sementara bagian penting dari kurva imbal hasil meningkat pada hari Rabu. Pergerakan baru-baru ini yang dibatalkan bertaruh bahwa sikap hawkish Federal Reserve AS dapat mengirim ekonomi terbesar dunia ke dalam resesi.

 BACA JUGA:Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp14.345/USD Jelang Akhir Pekan

Di Asia Pasifik, intervensi Bank of Japan untuk mencegah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah terlalu tinggi sangat kontras dengan pendekatan The Fed.

Data China yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan bahwa indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) adalah 49,5, sedangkan PMI non-manufaktur adalah 48,4, pada Maret 2022. PMI manufaktur Caixin akan dirilis pada hari Jumat.

Dari sisi domestik, pasar terus memantau tentang penerapan kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang akan dimulai pada 1 April 2022 sebesar 11 persen. Kebijakan tersebut terdapat dalam Undang -Undang Nomor 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

economy.okezone.com Adalah Provider Penyedia Berita ini dengan Sumber Link Berita Asli

Semua Copyright dari Berita dimiliki oleh economy.okezone.com & Untuk Request penghapusan berita & sumber dapat melalui admin@obligasi.com