Hindari Gagal Bayar, Sri Lanka Bakal Restrukturisasi Utang



Jakarta, CNN Indonesia

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah menunjuk tim ahli untuk menjalankan restrukturisasi utang luar negeri. Restrukturisasi utang dipertimbangkan mengingat potensi gagal bayar Sri lanka di tengah krisis ekonomi yang memburuk.

Mengutip AFP, Jumat (8/4), lembaga pemeringkat telah memperingatkan potensi gagal bayar utang luar negeri Sri Lanka senilai $51 miliar atau setara Rp732,46 triliun (kurs Rp14.362).

Pemerintah Sri Lanka juga tak bisa mengambil utang komersial baru karena peringkat kredit yang menurun.

Rajapaksa berkata bahwa tim penasihat yang terdiri dari tiga anggota tersebut ditugaskan untuk menuntun Sri Lanka lewat pemulihan berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, Sri Lanka juga mempersiapkan negosiasi dana talangan (bailout) dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Seorang pejabat kementerian keuangan berkata akan menyiapkan program bagi pemegang obligasi negara dan kreditur lainnya untuk melakukan haircut atau pemotongan bunga dan utang.

“Sri Lanka ingin menghindari gagal bayar (default) yang berat. Itu akan menjadi negosiasi restrukturisasi utang dengan bantuan dari IMF,” ungkap seorang pejabat dari Kementerian Keuangan Sri Lanka yang tak mau disebut namanya, dikutip pada Jumat (8/4).

Melansir The Straits Times, Sri Lanka memiliki utang jatuh tempo tahun ini sebesar US$8,6 miliar atau setara Rp123,5 triliun.

Dari angka tersebut, US$2,2 miliar di antaranya berupa obligasi dan pinjaman berdenominasi dolar AS. Pinjaman diperkirakan naik menjadi US$2,7 miliar per tahun pada 2023 dan 2024.

Sri Lanka sendiri hanya memiliki sekitar US$2,3 miliar cadangan devisa pada Februari 2022.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)


www.cnnindonesia.com Adalah Provider Penyedia Berita ini dengan Sumber Link Berita Asli

Semua Copyright dari Berita dimiliki oleh www.cnnindonesia.com & Untuk Request penghapusan berita & sumber dapat melalui admin@obligasi.com