Dolar AS Terkejut dengan Keputusan The Fed : Okezone Economy



NEW YORKDolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, setelah Federal Reserve AS memberikan kejutan yang lebih keras yang mungkin telah menambah momentum selama berminggu-minggu.

Indeks dolar turun 0,6% karena para pedagang menganalisis pernyataan Fed setelah pertemuan dua hari. Padahal sejak perang Rusia-Ukraina dimulai, indeks dolar telah naik 3,0%.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Menanti Kebijakan Suku Bunga The Fed

“Tidak ada kejutan hawkish tambahan. Para pedagang tampaknya telah berharap terlalu banyak dari The Fed. Itu menjelaskan mengapa beberapa taruhan hawkish ini sedikit dikurangi,” kata Silver Gold Bull Inc, Erik Bregar, dikutip dari Antara, Kamis (17/3/2022).

Dolar kehilangan nilainya terhadap euro dan pound Inggris, yang keduanya telah naik pada hari sebelumnya karena harapan untuk kompromi dalam pembicaraan damai Rusia dan Ukraina.

Euro dan pound keduanya naik 0,7% dengan euro diperdagangkan pada USD1,1032.

Baca Juga: Dolar AS Capai Level Tertinggi di Tengah Pertemuan Rusia-Ukraina

The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase seperti yang diperkirakan dan memproyeksikan kebijakan suku bunganya akan mencapai kisaran 1,75 persen hingga 2,0% pada akhir tahun ini dan 2,8% tahun depan.

Ahli strategi di Wells Fargo Securities menyebut komentar Fed sangat hawkish, dalam sebuah catatan kepada klien dan berkata itu akan baik untuk dolar ke depan.

Penurunan indeks dolar mengejutkan dan dapat mencerminkan kekecewaan bahwa retorika Fed tidak lebih hawkish, kata mereka.

The Fed memproyeksikan kenaikan suku bunga seperempat poin persentase yang setara pada masing-masing dari enam pertemuan kebijakan yang tersisa tahun ini, tetapi itu sejalan dengan ekspektasi pasar untuk suku bunga.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai 2,2% dan imbal hasil obligasi dua tahun naik menjadi 1,0%, meratakan kurva imbal hasil.

economy.okezone.com Adalah Provider Penyedia Berita ini dengan Sumber Link Berita Asli

Semua Copyright dari Berita dimiliki oleh economy.okezone.com & Untuk Request penghapusan berita & sumber dapat melalui admin@obligasi.com