Di Lokasi Rahasia, Menkeu Ukraina Ajak Negara Barat Ramai-ramai Gempur Ekonomi Rusia



loading…

Berada di lokasi rahasia, Menteri Keuangan atau Menkeu Ukraina, Serhiy Marchenko memberikan pesan kepada investor dan negara-negara Barat. Foto/Dok

KIEV – Berada di lokasi rahasia, Menteri Keuangan atau Menkeu Ukraina , Serhiy Marchenko menyerukan kepada negara-negara barat untuk meningkatkan sanksi terhadap Rusia. Seruan itu disampaikan oleh Marchenko saat berbicara kepada BBC dari lokasi yang dirahasiakan di Ukraina pada hari Jumat, kemarin.

“Saya pikir ini ( sanksi ekonomi yang ada) tidaklah cukup,” katanya terkait sanksi ekonomi yang telah diterapkan kepada Rusia. Pernyataan ini memperkuat komentarnya pada minggu ini, dimana Marchenko telah meminta para pemimpin G7 untuk yang lebih ketat menjatuhkan sanksi.

“Bagi kami ini bukan hanya sebatas kata-kata, waktu menjadi sangat penting,” sambungnya.

Baca Juga: Danai Tentara Melawan Invasi Rusia, Ukraina Raup Rp3,8 Triliun dari Penjualan Obligasi Perang

Dia juga menggambarkan, pentingnya posisi pembangkit nuklir Zaporizhzhia bagi Ukraina. “Objek penting dan sangat krusial di negara kita (Ukraina)”, setelah beberapa bangunannya terkena sasaran tembak oleh pasukan Rusia.

Rusia menyerang dan telah menguasai pembangkit nuklir terbesar di Eropa tersebut, tetapi pemantau internasional mengatakan, tidak ada bahan radioaktif yang dilepaskan selama serangan itu dan pabrik diklaim dalam kondisi aman.

Selama wawancara, Marchenko juga meminta investor untuk membuang aset Rusia. Dia mengatakan operator indeks harus menghapus aset Rusia dari tolok ukur mereka juga.

Mereka (Rusia) disampaikan memainkan peran penting di pasar karena dana ‘pasif’ berjumlah triliunan dolar dalam aset yang mereka hasilkan, sementara manajer aktif menggunakannya sebagai dasar ketika membangun portofolio.

MSCI, sebuah perusahaan keuangan Amerika, mengatakan minggu ini akan menjatuhkan Rusia dari indeks pasar negara berkembang yang juga bakal diperluas sehingga pasar saham negara itu menjadi “tidak dapat diinvestasikan” karena sanksi Barat.

ekbis.sindonews.com Adalah Provider Penyedia Berita ini dengan Sumber Link Berita Asli

Semua Copyright dari Berita dimiliki oleh ekbis.sindonews.com & Untuk Request penghapusan berita & sumber dapat melalui admin@obligasi.com